Matatelinga.com, Laut China Selatan semakinmemanas. Sepekan terakhir, Amerika Serikat dan China saling adu otot.
Dalamseminar di Singapura kemarin (30/5/2015), Menteri Pertahanan AS Ash Cartersecara terbuka menyerang kebijakan China yang aktif mereklamasi pulau-pulau disekitar Vietnam dan Filipina. Sementara bila ada negara di sekitar Laut ChinaSelatan melakukan pengamanan wilayah, Negeri Tirai Bambu kerap marah-marah.
"Lebihdari 2.000 meter persegi telah direklamasi, itu dilakukan hanya dalam 18bulan," ujarnya seperti dilansir Channel News Asia dan dikutip lamanmerdeka.com, Minggu (31/5/2015).
Persoalannya, konflik ini tidak hanyamelibatkan dua negeri adi daya itu. Amerika berencana membiayai beberapa negarayang berkonflik dengan China.
SenatorJohn McCain dari Partai Republik mengusulkan pemerintah Amerika Serikat menyalurkandana kepada negara-negara yang wilayahnya bersinggungan dengan Laut ChinaSelatan, termasuk Indonesia. Tujuannya, agar setiap negara memilikiinfrastruktur militer yang siap menghadang Tentara China.
McCainmenyatakan dana senilai USD 425 juta (setara Rp 5,9 triliun) bertahap selamalima tahun itu bisa disalurkan ke Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, danVietnam. "Dana itu bisa dipakai untuk menambah pasokan alutsista,pelatihan, dan pembangunan instalasi militer sekitar Laut China Selatan,"ujarnya seperti dilansir Irish Times, Sabtu (30/5/2015).
Sekadarmengingatkan, Indonesia tidak punya urusan dengan konflik Laut China Selatanyang melibatkan adu klaim lebih dari enam negara. Namun, ada kemungkinan petaChina meluas hingga Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
MenteriPertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein berharap AS dan China lebihberhati-hati dalam mengelola sengketa di kawasan.
"Jikakita tidak hati-hati, itu akan meningkat menjadi konflik paling mematikan dimasa kita, jika bukan sepanjang sejarah," kata Hishammuddin.
Dia punberharap negara anggota ASEAN tidak terpancing provokasi baik dari China maupunAmerika. Sekadar informasi, negara dari Asia Tenggara yang bersengketa wilayahdi Laut China Selatan adalah Vietnam, Filipina, serta Brunei Darussalam.
KoranGlobal Times, milik Partai Komunis China yang bermarkas di Beijing, menurunkaneditorial yang menuliskan ketegangan kian memanas dan perang antara Chinamelawan Amerika Serikat sulit terhindarkan.
(Fit)