Matatelinga.com, KoreaSelatan mengonfirmasi dua kasus kematian akibat penyakit Middle EastRespiratory Syndrome (SindromPernafasan Timur Tengah-MERS) dalam upayanya memerangi wabah yang telah menelanratusan nyawa di Timur Tengah itu.
Sejauhini, 24 kasus MERS telah dilaporkan terjadi di Seoul, sejak penyakit itupertama kali didiagnosa menjangkiti seorang pria yang baru saja bepergian dariArab Saudi dan beberapa negara Timur Tengah bulan lalu.
Hasiluji terhadap seorang perempuan berusia 58 tahun yang meninggal akibat gangguanpernapasan akut Senin lalu menunjukkan bahwa dia menderita MERS sebelumkematiannya. Pekan lalu, seorang pria berusia 71 tahun juga dinyatakan positifmengidap penyakit tersebut, demikian pernyataan dari Kementerian KesehatanKorsel, seperti yang dilansir dari Al Jazeeradan dikutip laman okezone.com, Selasa (2/6/2015).
Pernyataantersebut juga menyebutkan bahwa kedua orang yang meninggal dunia itu merupakanpasien di rumah sakit yang sama dengan korban MERS yang pertama. Kasus-kasusyang terjadi di Korsel kebanyakan berhubungan dengan korban pertama, baik stafmedis yang merawatnya, pasien yang berada dekat dengan sang pria di rumahsakit, maupun anggota keluarganya.
Lebihparah lagi seorang anak dari pasien MERS yang tidak menghiraukan laranganbepergian dari dokter, akhirnya ditahan dalam karantina rumah sakit di HongKong sebagai pasien pertama MERS di Negeri Tirai Bambu itu.
MERS ditemukan pada2012 dan sampai sejauh inikasusnya lebih banyak terpusat di Arab Saudi. Penyakit ini tergolong dalamkeluarga Coronavirus yang sejenis dengan flu biasa dan Severe Acute RespiratorySyndrome (Sindrom Pernafasan Akut Berat-SARS), yang pada periode November 2002sampai Juli 2003 menewaskan 775 orang di seluruh dunia.
Penyebaranpenyakit ini terutama diakibatkan adanya kontak dengan unta, namun dapat jugamenyebar melalui cairan yang dihasilkan manusia dan tetes keringat. Laporandari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, sebanyak 1.170 kasusMERS telah dilaporkan di seluruh dunia, dan dari jumlah tersebut sebanyak 480pasien telah meninggal dunia.
(Fit)