Matatelinga.com,Permasalahan mengenai imigran Rohingya terus terjadi di negara-negara AsiaTenggara. Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun turut bicara dan mendesakPemerintah Myanmar mengakhiri diskriminasi terhadap etnis Rohingya.
Rohingyamerupakan sebuah etnis di Myanmar yang berjumlah 1,3 juta. Mereka rata-ratatinggal di Myanmar Barat, tetapi sebagian besar ditolak kewarganegaraannya.Belakangan Rohingya menjadi sorotan setelah ribuan warganya kabur ke sejumlahnegara di Asia Tenggara.
Sebanyak3.500 orang yang kebanyakan imigran Rohingya dan Bangladesh berada Thailand,Malaysia, dan Indonesia. Sementara ribuan orang lainnya dikabarkan masih beradadi perairan. Sebagaimana diketahui, puluhan ribu etnis Rohingya telah tinggaldi kamp pengusian sejak 2012.
“EtnisRohingya telah menerima diskrimasi secara signifikan, dan itu menjadi bagiandari alasan mereka melarikan diri,” kata Obama di Washington, sepertidiberitakan The Star dan dikutip laman okezone.com, Senin(3/6/2015).
Obamamemberi saran kepada Myanmar untuk meraih kesuksesan dalam melakukan transisipemerintahan. Salah satu yang terpenting adalah mengakhiri diskriminasiterhadap orang lain.
"Sayapikir jika saya adalah etnis Rohingya, saya mau tinggal di tempat kelahiransaya. Tapi, saya ingin memastikan bahwa pemerintah melindungi saya danorang-orang memperlakukan saya dengan adil," tambah Obama.
“Itulahkenapa hal ini menjadi sangat penting. Saya rasa sebagai bagian dari transisidemokratis, Pemerintah Myanmar diharapkan mengatasi permasalahan ini dengansangat serius,” sambungnya.
(Fit)