Matatelinga.com,Malaysia menyatakan kegusarannya kepada China. Mereka akan mengajukan notaprotes diplomatik terhadap dugaan penyusupan oleh sebuah kapal patroli PenjagaPantai China di lepas Pantai Sarawak.
KepalaStaf AL Malaysia, Abdul Aziz Jaafar, mengatakan sejak akhir 2014, penyusupankapal-kapal China ke Perairan Malaysia sudah terjadi setiap hari dan KualaLumpur berulang kali memprotes ke Beijing.
AbdulAziz bahwa kapal militer China yang terlibat dalam insiden terakhir itu masihberada di Perairan Malaysia.
"Kamimemperkuat kehadiran kami di sana. Kami terus membayang-bayangi kapal itu. Iniadalah kasus di mana mereka ingin menguatkan kehadiran mereka di sana tapi saatyang bersamaan kami ada di sana untuk memastikan dan memberi tahu mereka bahwaini adalah perairan kami," kata Abdul Aziz, kepada AFP dan dilansirlaman okezone.com,Selasa (9/6/2015).
"Kamitelah mengirimkan (protes diplomatik). Setiap waktu kami mendeteksi mereka,setiap waktu kami melihat mereka, kami menantang mereka (untuk menunjukkan)bahwa mereka sudah berada di perairan kami. Pada saat bersamaan kami sudahmengajukan protes diplomatik," sambungnya.
Insidenpaling baru ini terjadi di dekat Beting Luconia, wilayah Laut China Selatan diluar Kepulauan Spratly, yang diklaim Brunei, China, Malaysia, Filipina, Taiwandan Vietnam.
AbdulAziz mengatakan manuver China itu sudah sangat dekat ke garis pantai Malaysia.Beting Luconia terletak sekitar 120 km arah barat lau kota kaya minyak Miri diSarawak timur.
"Kamiberada di Saluran 16. Kami berkomunikasi melalui komunikasi VHF. Kami katakankepada mereka bahwa mereka ada di perairan kami. Tapi mereka takmenjawab," kata Abdul Aziz.
Diamengatakan sejak September 2014 penyusupan oleh kapal-kapal Penjaga PantaiTiongkok semakin sering terjadi. "Kami protes setiap saat. Kamimenyaksikan mereka setiap hari," lanjutnya.
(Fit)