Matatelinga.com, GedungPutih dan dua perkantoran Senat Amerika Serikat (AS) dilaporkan mendapatancaman bom. Namun, otoritas berwenang Gedung Putih mengatakan, masih belumjelas apakah insiden itu terkait dengan aksi teroris.
Sepertidiberitakan Al Arabiya dan dikutiplaman okezone.com, Rabu (10/6/2015), ancaman bom itu diketahui oleh seorangpetugas keamanan Gedung Putih melalui sambungan telefon. Ketika itu di GedungPutih sedang diadakan konferensi pers harian bersama para wartawan.
Sesaatsetelah petugas keamanan itu mengumumkan bahwa ia mendapatkan ancaman bom,seluruh orang yang ada di ruang konferensi pers Gedung Putih segera dievakuasikeluar selama 30 menit.
Mendengarkejadian tersebut, Juru Bicara Gedung Putih, Josh Earnest, segera memanggilDinas Rahasia AS, dan tim penjinak bom beserta beberapa anjing pelacak. SetelahDinas Rahasia dan anjing pelacak telah selesai memeriksa seluruh area GedungPutih, mereka tidak menemukan bom tersebut.
KendatiDinas Rahasia serta tim penjinak bom tidak menemukan ancaman apapun, seluruharea di sekitar Gedung Putih langsung ditutupi garis polisi. Menurut keteranganJuru Bicara Dinas Rahasia, Brian Leary, investigasi lebih lanjut sedangberlangsung.
(Fit)