Matatelinga.com, Layanansewa kendaraan Uber Taxi dilarang beroperasi diNew Delhi, India akibat sejumlah laporan pelecehan seksual yang dialukan olehpara sopir Uber Taxi. Sejumlah surat permintaan pelarangan operasi telahdilayangkan oleh pemerintah setempat kepada perusahaan Uber Taxi.
Sejumlahpihak mendesak pelarangan tersebut setelah Uber Taxi dianggapgagal mematuhi pelarangan yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Indiasetelah kasus pemerkosaan yang terjadi pada Desember 2014.
Saatitu, seorang penumpang perempuan berusia 27 tahun diperkosa oleh sopir Uber Taxi.Sopir taksi tersebut membantah tuduhan pemerkosaan itu. Kini, dia tengahmenjalani proses persidangan.
PemerintahIndia kembali turun tangan setelah kasus pelecehan seksual terakhir. Dalamkasus terakhir, penumpang perempuan berusia 21 tahun melaporkan pelecehan yangdilakukan oleh sopir Uber Taxi.
GeneralManager Uber di Delhi, Gagan Bhatia mengatakan, penolakan atas izin perusahaanyang terjadi merupakan kejadian yang amat disayangkan. Dia mengindikasikan perusahaan Uber Taxi akankembali mendaftarkan perusahaan.
"Kamimembuka kesempatan untuk melakukan dialog konstruktif dengan Pemerintah NewDelhi untuk mendapatkan izin yang dibutuhkan," kata Bhatia, sepertidilansir Time dan dikutip laman okezone.com, Rabu (10/6/2015).
(Fit)