Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Napoleon Menderita Kekalahan di Pertempuran Waterloo
Pertempuran Waterloo

Napoleon Menderita Kekalahan di Pertempuran Waterloo

Admin - Kamis, 18 Juni 2015 04:12 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Pada 18 Juni 1815, Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte mengalami kekalahan yang menentukan nasibnya dalam Pertempuran Waterloo. Pasukan Prancis yang dipimpin Napoleon dihancurkan oleh pasukan gabungan dari tujuh negara yang dipimpin oleh Duke of Wellington dan Gebhard von Blucher.

Napoleon yang dikenal sebagai salah satu panglima perang dan ahli strategi militer terhebat di dunia mencapai masa kejayaannya saat dinobatkan menjadi Kaisar Prancis pada 1804 setelah mendapatkan serangkaian kemenangan dan menyelamatkan negaranya dari kehancuran. Saat dinobatkan menjadi kaisar, wilayah kekuasaan Prancis terbentang dari Sungai Elbe di utara melewati Italia hingga pantai Dalmatian yang saat ini berada di Kroasia dan Montenegro.

Namun, setelah kekalahannya di Rusia pada 1812, dan takluk oleh pasukan sekutu pada 1814, Napoleon diasingkan ke Pulau Elba, di Laut Mediterannia. Pada 1815, dia berhasil melarikan diri dan kembali ke Prancis. Di sana dia menyusun kekuatan untuk sekali lagi maju ke medan perang dan menghadapi pasukan sekutu.

Jenderal kelahiran Corsica itu berhasil memenangkan Pertempuran Ligny atas pasukan Prusia yang dipimpin Gebhard von Blucher pada 16 Juni 1815. Setelah kemenangan itu pasukan Napoleon yang berkekuatan 73 ribu personel maju ke Brussels untuk menghadapi pasukan sekutu yang dipimpin Duke of Wellington yang berkekuatan 68 ribu personel.

Pertempuran terjadi di Waterloo yang berjarak sekira 19 kilometer dari Brussels. Dalam pertempuran itu, penundaan serangan dari Napoleon menyebabkan 7 ribu sisa-sisa pasukan Prusia yang telah dikalahkannya dapat bergabung dengan pasukan sekutu.

Bergabungnya pasukan Prusia mengubah jalannya pertempuran. Pasukan Prancis yang tidak berhasil menembus pertahanan sekutu dibuat panik akibat serangan yang dilakukan sisa-sisa pasukan itu. Pertempuran berakhir dengan kekalahan Napoleon.

Usai pertempuran Waterloo, Napoleon yang kembali ke Prancis akhirnya menyerahkan diri kepada Inggris yang kemudian membuangnya ke Pulau Saint Helena tempat dia tinggal hingga meninggal pada 1821. Ironisnya, baru pada tahun 1940 jasadnya dikembalikan ke Prancis yang mengadakan sebuah upacara pemakaman megah untuk sang Jenderal. Demikian dikutip laman okezone.com, Kamis (18/6/2015)

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Berita

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Berita

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Berita

14 Tahun Matatelinga, Menapaki Anak Tangga Tak Perlu Harus Melompat