Matatelinga.com, Seorang mata-mata dari badan intelijen Korea Selatan (Korsel) ditemukan tewas diduga karena bunuh diri di dalam mobilnya di dekat ibu kota Seoul. Sang agen meninggalkan sebuah catatan yang menyatakan dirinya tidak melakukan penyadapan terhadap warga Korsel.Catatan sepanjang tiga halaman yang ditinggalkan oleh mata-mata bernama Lim itu menyebutkan bahwa Badan Intelijen Nasional (NIS) Korsel tidak melakukan program kontroversial dengan memata-matai warga negaranya sendiri. Tuduhan itu muncul setelah laman whistleblower Wikileaks mengungkapkan bahwa NIS membeli program mata-mata dari sebuah perusahaan Italia pada 2012 silam.Jasad Lim ditemukan di dalam mobilnya di jalan Kota Yongin, daerah ibu kota Seoul. Dia dilaporkan tewas karena keracunan zat karbon monoksida yang teridentifikasi dari sisa-sisa pembakaran batubara dan pintu yang tertutup tanpa tanda-tanda paksaan untuk masuk.Kepala Komite Intelijen Parlemen Korea Lee Chul-woo menjelaskan bahwa Lim adalah orang yang bertanggung jawab dalam pembelian dan penggunaan program mata-mata Italia tersebut. Kejadian ini diduga karena dia merasa bersalah atas isu yang menerpa NIS tersebut.“Tidak ada pengawasan terhadap orang-orang di rumah (Korsel). Saya menghapus informasi yang menciptakan kesalahpahaman mengenai operasi terselubung dan kontra terorisme kami di Korea Utara... itu adalah kesalahan saya. Tapi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai tindakan yang saya lakukan,” tulis Lim itu sebagaimana dilansir Russia Today dan dikutip laman okezone.com, Senin (20/7/2015).Pria berusia 45 tahun itu juga menyatakan permintaan maafnya kepada rekan-rekan dan pejabat tinggi di NIS.Pemerintah Korsel telah mengakui bahwa pembelian program mata-mata tersebut memang terjadi. Namun menjelaskan lebih lanjut bahwa program itu digunakan untuk memata-matai tetangganya Korut, bukan warga negara Korsel.Meski NIS mungkin tidak melakukan mata-mata terhadap warganya, lembaga intelijen Korsel itu telah tercatat beberapa kali terlibat dalam skandal. Lembaga pemerintah yang didirikan pada 1961 itu sebelumnya pernah dituduh berperan dalam pemerasan, manipulasi pasar saham, dan penyuapan terhadap perusahaan, individu, dan pemerintah asing.(Fit)