Matatelinga.com, Korban jiwa akibat dua ledakan dahsyat di kawasan industri di Tianjin, China terus bertambah. Sejauh ini, jumlah korban tewas telah mencapai 44 orang.Demikian disampaikan kantor berita resmi China, Xinhua seperti dilansir Reuters dan dikutip laman okezone.com, Kamis (13/8/2015). Ledakan di kota pelabuhan berpenduduk sekitar 15 juta jiwa itu juga melukai sekitar 400 orangMenurut media setempat, CCTV, ledakan pertama berasal dari sebuah gudang yang menyimpan semacam bahan peledak. Ledakan pertama terjadi pada Rabu (12/8/2015) kemarin, sekitar pukul 23.30 waktu setempat dan memicu getaran hingga sejauh beberapa kilometer.Selang 30 detik kemudian, ledakan kedua yang lebih besar terjadi, hingga memicu bola api raksasa ke langit. Getaran dahsyat dirasakan oleh warga setempat dan beberapa mengira terjadi gempa bumi."Gedung kami bergetar. Apakah ini bom atom?" ucap salah satu warga yang tinggal di apartemen dekat lokasi kejadian."Saya melihat keluar jendela dan langit berwarna merah ... Saya baru saja menyaksikan ledakan kedua dan sungguh kacau, semua orang berlari meninggalkan apartemen karena berpikir ini gempa bumi," tutur seorang guru asal Kanada, Monica Andrews kepada BBC.Dalam keterangannya, kepolisian Tianjin menuturkan, ledakan pertama terjadi di sebuah gudang milik perusahaan logistik setempat yang diidentifikasi bernama Tianjing Dongjiang Port Ruihai International Logistics.Pada situsnya, perusahaan itu menyebut diri sebagai perusahaan yang mendapat izin pemerintah dan mengkhususkan pada penanganan barang-barang berbahaya. Pihak perusahaan belum bisa dimintai komentar terkait ledakan ini.Kantor berita resmi China, Xinhua melaporkan bahwa ledakan ini menghancurkan sebuah gudang yang menyimpan barang-barang yang mudah terbakar. Ledakan pertama disebut setara dengan 3 ton TNT dan ledakan kedua setara dengan 21 ton TNT.(Fit)