Matatelinga.com, Ekonom SurveiMeter, Teguh Yudho, menekankan pentingnya Indonesia menjadi independen dalam hubungan diplomasi global. Indonesia diharapkan mampu mengambil kebijakan untuk dapat bekerja sama baik dengan China maupun Jepang."Dari pengamatan saya, ada tren hubungan diplomasi global. Contohnya, Amerika Serikat (AS) yang di satu sisi bekerja sama dengan Iran dan di sisi lain dengan Arab Saudi. Saya rasa kita bisa melakukan hal yang sama terhadap China dan Jepang," kata Teguh di Jakarta, Sabtu (15/08/2015).Seperti diketahui, kini Indonesia tengah menerima dua tawaran menarik terkait proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang melibatkan China dan Jepang. Menurut Teguh, keputusan kerja sama ini menjadi penting untuk menjaga hubungan politik luar negeri Indonesia dengan dua negara tersebut.Ilmuwan senior sekaligus Rektor Universitas Media Nusantara (UMN) Ninok Leksono menambahkan, Indonesia harus berhati-hati dalam memilih negara mana yang akan diajak bekerja sama dalam proyek pembangunan kereta cepat tersebut."Ujiannya ada pada proyek kereta cepat. Jepang adalah teman tradisional, tapi Jepang hanya menjadikan kita pasar pribadinya. Sementara dari segi politik (Indonesia) lebih dekat ke China," ujar Ninok.Menurut Ninok, Indonesia harus mempertimbangkan langkah yang tepat supaya hubungan dengan dua negara itu tetap terjaga dan tidak menganggu stabilitas nasional. Dia merekomendasikan pembagian kerja sama."Salah satu dari yang batal menandatangani pengerjaan proyek kereta cepat, bisa diwadahi di pekerjaan sejenis di daerah lain," jelasnya. Demikian dikutip laman okezone.com, Sabtu (15/8/2015)(Fit)