Matatelinga.com, Korea Utara (Korut) terlibat baku tembak dengan Korea Selatan (Korsel) sejak Kamis 20 Agustus 2015. Politikus Korsel pun mengecam tindakan Korut yang melepaskan tembakan artileri ke perbatasan kedua negara tersebut."Keamanan nasional dan perdamaian dapat dicapai ketika pemerintah menunjukkan tekad untuk kejam membalas provokasi Korea Utara," kata Kim Moo-sung, ketua Partai Saenuri yang tengah berkuasa, seperti diberitakan Yonhapnews dan dikutip laman okezone.com, Jumat (21/8/2015).Setelah terjadi baku tembak itu, pertemuan diadakan di antara anggota senior partai untuk membahas bagaimana menanggapi provokasi Pyongyang. Kim lebih lanjut mengatakan, Pemerintah Korsel harus menunjukkan determinasi dengan segera merespons menghentikan terulangnya provokasi tersebut.Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un meminta pasukan garis depan dalam kondisi siap tempur hingga pukul 17.00 hari ini. Seorang politikus lain, Hwang Jin-ha, mengkritik keputusan Korut tersebut.“Semua yang bertanggung jawab adalah Korea Utara,” kata Hwang selama pertemuan itu.Hal yang sama juga diungkapkan partai oposisi di Korsel bernama Politik Aliansi Baru untuk Demokrasi (NPAD). NPAD meminta provokasi yang dilakukan Korut tidak dimaafkan atas alasan apa pun.“Provokasi itu mengancam perdamaian di Semenanjung Korea dan kehidupan banyak orang tidak bisa dimanfaatkan,” kata Moon Jae-in, ketua NPAD, dalam pertemuan tersebut.Namun, Moon juga meminta kepada Pemerintah Korsel untuk segera membuka dialog dengan pihak negara yang dipimpin Kim Jong-un tersebut.“Saya rasa pemerintah kami menawarkan pembicaraan tingkat tinggi tanpa terikat dalam respons ke Korut,” tambahnya.(Fit)