Matatelinga.com, Dalam konferensi pers pada Senin 24 Agustus 2015, pihak Kepolisian Toronto melaporkan bahwa setidaknya ada dua kasus bunuh diri akibat peretasan laman perselingkuhan Ashley Madison.Seorang pelaku bunuh diri, Kapten Michael Gorhum, adalah anggota polisi yang telah bekerja selama 25 tahun di Kepolisian San Antonio, Texas, Amerika Serikat (AS).Jenazah Gorhum ditemukan beberapa hari setelah alamat e-mail-nya terungkap dalam daftar anggota Ashley Madison. Selain Gorhum, dua petugas kepolisian lainnnya juga masuk dalam daftar tukang selingkuh.Staf Kepolisian Toronto Superintenden Bryce Evans tidak memberi keterangan lebih lanjut soal kasus bunuh diri tersebut. Dia hanya menjelaskan dampak yang dapat terjadi bila data-data identitas tersebut terungkap ke publik."Pengaruh sosial di balik peretasan ini mempengaruhi banyak keluarga. Hal ini menyangkut anak-anak, istri, dan rekan pria mereka," kata Evans, sebagaimana dilansir Sputnik dan dikutip laman okezone.com, Selasa (25/8/2015). Evans juga mengumumkan bahwa Avid Life Media menawarkan hadiah sebesar USD500 ribu atau sekira Rp7 miliar bagi orang yang dapat memberikan informasi untuk membekuk komplotan hacker Impact Team.(Fit)