Matatelinga.com, Hanya dalam satu bulan, sebanyak 1.325 orang tewas dan 1.811 lainnya terluka di Irak. Serangan teroris dan kekerasan ini memang telah mengakibatkan ribuan orang tewas.Laporan tersebut diungkapkan Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI) melalui sebuah pernyataan pada Selasa 1 September 2015.“Jumlah korban yang diperoleh dari Direktorat Kesehatan Anbar mungkin tidak mencerminkan jumlah korban sebenarnya,” demikian pernyataan UNAMI, seperti dikutip dari Xinhua dan dilansir laman okezone.com, Rabu (2/9/2015).“Secara umum, UNAMI kesulitan memverifikasi jumlah korban di wilayah konflik. Angka-angka yang dilaporkan harus dianggap sebagai minimum absolut,” demikian lanjut pernyataan UNAMI.Menurut UNAMI, sebanyak 585 warga sipil, termasuk 20 polisi dan 740 personel pasukan keamanan Irak, diketahui tewas. Sementara 1.103 warga sipil lainnya, termasuk 44 polisi dan 708 anggota keamanan, menderita luka-luka.Jumlah itu juga termasuk korban yang berasal dari Provinsi Anbar, wilayah yang terus bergejolak akibat gempuran kelompok militan ISIS. Di Provinsi Anbar, dilaporkan terdapat 187 korban sipil, terdiri dari 39 orang tewas dan 148 luka-luka. Informasi tersebut didapat dari Direktorat Kesehatan Provinsi Anbar.UNAMI menambahkan, Kota Baghdad berada dalam kondisi terparah dengan 1.069 korban sipil, termasuk 318 tewas dan 751 luka-luka. Selain itu, korban juga berasal dari wilayah-wilayah lain, seperti Diyala, Nineveh, Salahudin, dan Kirkuk.“Melihat jumlah korban yang terus meningkat, serta jumlah pengungsi yang melarikan diri dari perang, rencana reformasi pemerintah sangat penting untuk memulihkan ketertiban, legalitas, dan keadilan sosial di negara itu,” sambung pernyataan tersebut.Situasi keamanan di Irak memburuk sejak Juni 2014, ketika bentrokan berdarah pecah antara pasukan keamanan Irak dan ratusan pejuang ISIS. Hingga kini, ISIS telah berhasil menguasai sejumlah wilayah di Irak.(Fit)