Matatelinga.com, Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan otoritas Israel untuk menaati hukum internasional dan bertanggung jawab atas bentrokan yang terjadi di Masjidil Aqsa.Pernyataan Presiden Abbas diungkapkan ketika berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB di Kota New York, Amerika Serikat (AS). Menurutnya, otoritas Palestina tidak bisa lagi terikat perjanjian dengan Israel.“Palestina tidak bisa lagi terikat perjanjian dengan Israel, jika negara pimpinan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu itu menolak untuk berkomitmen pada kesepakatan damai Oslo yang ditandatangani dengan kami sejak 1993,” ujar Presiden Abbas, di New York, seperti diberitakan Al Jazeera dan dikutip laman okezone.com, Kamis (1/10/2015).“Selama Israel menolak untuk berkomitmen dalam Perjanjian Oslo yang ditandatangani bersama kami, mereka tidak memberikan kami pilihan lain. Kami juga tidak bisa lagi terikat dengan perjanjian itu,” sambungnya.Sebagaimana Perjanjian Oslo 1993 yang ditandatangani kedua negara, otoritas Palestina akan melanjutkan fungsinya untuk bekerja sama dengan otoritas Hamas yang berbasis di Gaza, dan otoritas Israel harus menghormati kesepakatan teritorial itu.Sebagaimana diberitakan, bentrokan sengit sempat terjadi antara pasukan keamanan Israel dan warga Palestina di kompleks Masjidil Aqsa. Menurut kepolisian Israel, remaja Palestina memulai konflik dengan melempar batu ke arah pasukan keamanan Israel.Namun, versi yang berbeda diutarakan warga Palestina. Menurut mereka, pasukan keamanan Israel coba menerobos masuk ke Masjidil Aqsa dengan dalih untuk mengamankan situasi. Warga Palestina menuduh pasukan itu turut merusak fasilitas di masjid.(Fit)