Matatelinga.com, Presiden Filipina Benigno Aquino mengingatkan warganya akan ancaman Topan Koppu. Pulau Luzon diprediksi menjadi yang pertama terkena terjangan topan pada Minggu 18 Oktober pagi waktu setempat. Warga di Luzon pun sudah diperingatkan untuk mengungsi. Aquino mengingatkan hujan deras diprediksi turun terus-menerus selama 12 jam akibat badai dan akan menyebabkan banjir banjang. Sekira 6 juta warga yang tinggal di wilayah yang akan dilalui badai diimbau segera mengungsi. Bahan bantuan telah dikirim ke tempat-tempat yang dijadikan pengungsian. Pria berusia 55 tahun itu mengingatkan warga untuk mengungsi agar jumlah korban tidak sebanyak ketika Topan Haiyan menerjang Filipina pada 2013. Sekira 6.000 orang tewas akibat Topan Haiyan tersebut. “Pemerintah berharap tidak ada korban tewas. Saya minta pemerintah daerah dan masyarakat yang akan terkena dampak saling bekerja sama untuk mengantisipasi terjangan badai,” ujar Aquino, seperti dilaporkan BBC dan dikutip laman okezone.com, Sabtu (17/10/2015). “Kami siap menghadapi kemungkinan apa pun. Namun, kita berhadapan dengan alam. Segala sesuatunya bisa saja terjadi di luar prediksi,” lanjut pria berkacamata ini. Badan Meteorologi Filipina memprediksi kecepatan hembusan angin sekira 180 kilometer per jam. Embusan ini termasuk pelan sehingga akan membawa hujan dalam waktu yang cukup lama. Penduduk di pesisir Pantai Luzon diingatkan akan kemungkinan timbulnya badai setinggi 2 meter. Badai diprediksi menerjang Filipina hingga Selasa 20 Oktober 2015. (Fit)