Matatelinga.com, Setelah tiga periode berturut-turut, capaian “hattrick” Perdana Menteri (PM) Kanada, Stephen Harper berakhir juga. Pemimpin Partai Konservatif itu harus mengakui kekalahan pada Pemilu Kanada kali ini dari pesaing terkuatnya, Justin Trudeau. Sebagaimana disitat situs pemilu Kanada, elections.ca, Trudeau bersama Partai Liberal unggul di hasil akhir dengan menguasai 184 distrik pemilihan. “Hari ini Kanada kembali menjadi negara yang seperti dulu. Kita mengalahkan rasa takut dengan harapan. Kita mengalahkan sinisme dengan kerja keras,” papar Trudeau dalam pidato kemenangannya, seperti dilansir ABCNews dan dikutip laman okezone.com, Selasa (20/10/2015). “Kita mengalahkan hal negatif dan politik memecah-belah dengan visi positif yang menyatukan Kanada. Yang utama, kita mengalahkan gagasan bahwa warga Kanada harus puas dengan kekurangan,” tandasnya. Adapun Harper bersama Partai Konservatif di tempat kedua dengan kemenangan di 102 distrik dan NDP atau Partai Demokratik Baru pimpinan Tom Mulcair, di tempat ketiga dengan 41 distrik pemilihan yang dikuasainya. Dari kurang lebih 15.691.247 pemilih, Trudeau mendapat hati di 6.199.525 warga Kanada. Sedangkan Harper hanya kalah tipis dengan mendapati 5.043.085 suara pemilih. Justin Pierre James Trudeau akan melanjutkan trah keluarganya, di mana sang ayah, Pierre Trudeau sempat menjabat PM ke-15 Kanada. Sementara Harper meski harus mengakhiri rezimnya, tak ingin menyalahkan tim suksesnya. Bahkan dengan sikap sportif, Harper sudah menelefon Trudeau yang akan jadi PM termuda kedua untuk memberi ucapan selamat. “(Pilihan) rakyat tak pernah salah. Kekecewaan ini adalah tanggung jawab saya sendiri,” ungkap Harper singkat. (Fit)