Matatelinga.com, Jumlah korban tewas dalam bencana yang disebabkan oleh Topan Koppu di wilayah timur laut Filipina, dilaporkan meningkat drastis. Jika sebelumnya media Bangkok Post memberitakan jumlah korban tewas mencapai 16 jiwa, kini Direktorat Perlindungan Sipil Filipina melaporkan jumlah korban tewas lebih dari dua kali lipatnya. Pada hari ini seorang staf dari Direktorat Perlindungan Sipil Filipina, Melchito Castro, melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat terjangan Topan Koppu, telah mencapai 39 jiwa. “Kami memantau hampir 24 jam. Terjangan Topan Koppu telah membuat wilayah di timur laut Filipina mengalami banjir bandang, pohon-pohon besar tumbang, dan tanah longsor. Akibatnya, korban tewas telah mencapai 39 jiwa,” ujar Castro, sebagaimana dilansir dari Washington Post dan dikutip laman okezone.com, Rabu (21/10/2015). “Mayoritas warga yang tewas memang disebabkan oleh pohon-pohon besar yang tumbang, banjir bandang, dan tanah longsor. Akibat banjir bandang, seluruh warga di wilayah itu dievakuasi menuju tempat yang lebih aman,” tambahnya. Castro menambahkan, kerugian infrastruktur yang dialami Pemerintah Filipina dapat mencapai USD115 juta, atau sekira Rp1,5 triliun. Sebagaimana diberitakan pada 17 Oktober, hujan lebat yang turun seharian dibarengi dengan terjangan Topan Koppu, memaksa sekira 10 ribu warga mengungsi. Kondisi paling parah akibat terjangan Topan Koppu terjadi di Pulau Luzon. Topan Koppu yang menerjang wilayah timur laut Filipina itu diketahui juga meluluhlantakkan berbagai infrastruktur di sana. Kendati kini Topan Koppu sudah mereda, namun dampak yang dirasakan setelah terjangan topan itu sangat terasa. (Fit)