Matatelinga.com, Kendati belum resmi menggeser posisi Stephen Harper sebagai Perdana Menteri (PM) anyar Kanada, pemenang pemilu dari Partai Liberal, Justin Trudeau sudah mengusung perubahan kebijakan besar di negara tetangga Amerika Serikat (AS) itu. Dalam pernyataannya beberapa waktu kemudian setelah mendapati hasil akhir kemenangan pemilu, putra sulung eks PM Kanada, Pierre Trudeau itu ingin mengakhiri serangan udara militer negaranya terhadap ISIS. Trudeau juga mengaku sudah menelefon Presiden AS, Barack Obama soal keinginannya menarik enam jet tempur Kanada. Dengan kata lain, Kanada ingin angkat kaki dari Koalisi AS yang menggempur ISIS lewat serangan udara. Kendati begitu, Trudeau tak menjelaskan secara detail soal kapan dia akan menarik enam pesawat tempur McDonnell Douglas CF-18 Hornet dari Royal Canadian Air Force atau AU Kanada. “Saya berkomitmen bahwa kami akan melanjutkan keterikatan secara bertanggung jawab, tentang peran penting Kanada dalam serangan terhadap ISIS. Tapi dia (Obama) mengerti tentang beberapa komitmen yang saya buat tentang mengakhiri misi tempur,” papar Trudeau, seperti dilansir The Guardian dan dikutip laman okezone.com, Rabu (21/10/2015). Tapi dengan begitu, bukan berarti Trudeau sepenuhnya akan mengkhianati Koalisi AS yang memerangi ISIS. Diyakini, Trudeau masih akan mempertahankan penempatan 70 personel pasukan elite yang selama ini melatih pasukan Kurdi di Irak Utara. Di sisi lain, Trudeau malah ingin kembali mendekatkan hubungan Kanada dengan negeri Paman Sam yang pada rezim Harper, justru nampak renggang. “Saya ingin mengatakan kepada para negara sahabat kami di seluruh dunia:. Banyak dari Anda yang khawatir bahwa Kanada sudah kehilangan suara kepedulian dan konstruktif di dunia selama 10 tahun terakhir,” tambahnya. “Well, saya punya pesan sederhana kepada Anda semua atas nama 35 juta warga Kanada. Kami kembali!,” tandas mantan guru dan anggota parlemen tersebut. (Fit)