Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Ini Alasan Presiden Al Assad Didesak Tinggalkan Suriah
Konflik Suriah

Ini Alasan Presiden Al Assad Didesak Tinggalkan Suriah

Admin - Jumat, 30 Oktober 2015 14:13 WIB
google
Matatelinga.com, Arab Saudi mengatakan, Iran harus menerima bahwa penurunan Presiden Bashar al Assad sebagai bagian dari setiap jalan ke luar dalam konflik di Suriah. Arab Saudi pun mendesak Assad untuk meninggalkan Suriah.

 

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al Jubeir, menyampaikan komentarnya menjelang pertemuan menteri luar negeri untuk membahas konflik Suriah di Wina, Austria, yang digelar Kamis 29 Oktober.

 

Kepada BBC dan dikutip laman okezone.com, Jumat (30/10/2015), dia menjelaskan tidak diragukan lagi Assad harus pergi. "Dia akan pergi, baik melalui proses politik atau dia akan disingkirkan lewat kekuatan,” katanya.

 

Untuk pertama kalinya Iran akan ikut dalam perundingan tentang konflik Suriah, yang juga akan dihadiri oleh Rusia dan Turki. Iran dan Rusia merupakan pendukung Presiden Assad, dan belakangan ini meningkatkan peran militernya dalam konflik tersebut.

 

Rusia sudah melancarkan beberapa serangan udara ke Suriah, yang diakui untuk sasaran-sasaran kelompok militan ISIS. Namun, pihak negara Barat menuduh yang menjadi sasaran Rusia adalah kelompok pemberontak yang moderat.

 

Sedangkan Iran dilaporkan mengerahkan pasukan daratnya walau Teheran menegaskan kehadiran mereka sebagai penasihat militer.

 

Di pihak lain, Amerika Serikat bersama Turki, Arab Saudi, dan beberapa negara teluk lainnya bersikeras bahwa Assad tidak bisa berperan lagi dalam masa depan Suriah.

 

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, mengatakan ingin meningkatkan upaya diplomatik guna mengakhiri 'neraka' perang saudara Suriah.

 

PBB memperkirakan jumlah korban jiwa mencapai 200.000 lebih sejak maraknya konflik Suriah, Maret 2011. Pertemuan di Wina antara lain juga akan dihadiri oleh menteri luar negeri Inggris, Prancis, Jerman, Mesir, Lebanon, dan Uni Eropa.

 

 

 

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Berita

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Berita

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Berita

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Berita

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU