Matatelinga.com, Dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dan Menlu Finlandia Timo Soini, mereka juga turut membahas perihal kebakaran hutan dan kabut asap yang melanda beberapa wilayah di Indonesia. Mengetahui dampak kebakaran hutan dan kabut asap yang sudah sangat buruk bagi kesehatan warga sipil, Menlu Timo mengaku sangat prihatin dengan hal itu. “Sebelumnya, saya juga sangat prihatin mendengar laporan tentang kebakaran hutan dan kabut asap yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, yang berujung pada dampak buruk bagi kesehatan warga sipil di Indonesia,” ujar Menlu Finlandia, Timo Soini, melalui keterangan persnya di Gedung Pancasila Kemlu RI, Jakarta, Senin (2/11/2015). “Oleh karennya, mewakili segenap elemen masyarakat Finlandia saya ingin menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa itu,” tambahnya. Dalam pertemuan bilateral tersebut, Menlu Retno menyampaikan bahwa Finlandia juga akan membuka peluang untuk warga Indonesia agar mendapatkan bebas Visa Schengen. “Dalam pertemuan tadi, pertama yang kami bahas adalah soal kebijakan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. Kemudian, Menlu Timo juga mendukung pembebasan Visa Schengen bagi warga negara Indonesia (WNI),” ujar Menlu Retno. Menurut Menlu Retno, kunjungan Menlu Finlandia Timo Soini pada kali ini juga untuk mendampingi kunjungan Presiden Finlandia, Sauli Niinisto. Dalam agendanya, Presiden Niinisto besok akan bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara. Dikutip laman okezone.com Dalam pertemuan itu, juga akan disertai 11 pemimpin perusahaan yang mewakili sektor clean and efficient energy, infrastruktur, port management information, dan teknologi informasi. Menlu Retno menyampaikan bahwa hubungan RI dengan Finlandia berada dalam tingkat yang sangat baik. Dari tahun ke tahun, nilai perdagangan menunjukkan peningkatan. “Dari segi investasi meningkat cukup signifikan. Pada 2014, nilai investasi Finlandia di Indonesia mencapai USD3,6 juta. Pada intinya, dalam konteks bilateral fokus kerjasama RI-Finlandia ada di bidang pembaruan energi dan informasi teknologi,” tambah Menlu Retno. (Fit)