Matatelinga.com, Pemerintah Rusia membantah laporan yang menyebutkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan dokumen mengenai usulan rancangan reformasi Suriah yang disebut-sebut akan dibicarakan dalam pertemuan ronde kedua di Wina, Austria.“Informasi ini tidak sesuai dengan kenyataan,” demikian kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, sebagaimana dilansir Reuters dan dikutip laman okezone.com, Rabu (11/11/2015).Sebelumnya dilaporkan bahwa Rusia akan mengusulkan sebuah rencana reformasi berjangka 18 bulan yang diikuti dengan pemilihan presiden untuk mengakhiri konflik di Suriah. Dokumen rancangan tersebut akan dibicarakan dalam pertemuan lanjutan pembahasan konflik Suriah di Wina, Austria yang direncanakan berlangsung bulan ini.“Persiapan kami untuk Pertemuan Wina didasarkan dari dokumen yang diadopsi pada 30 Oktober,” ujar Zakharova merujuk pada hasil pembicaraan dalam pertemuan ronde pertama.Zakharova mengatakan bahwa ada dua poin utama yang menjadi fokus negaranya dalam pertemuan ronde kedua tersebut, yaitu mengidentifikasi pihak-pihak yang dapat dianggap sebagai teroris di Suriah dan kawasan sekitarnya serta menyusun daftar kelompok oposisi di Suriah yang dapat melakukan diskusi dengan Damaskus guna mencari penyelesaian konflik.Rusia mulai terlibat dalam operasi militer untuk di Suriah sejak 30 September 2015 dengan melakukan serangan udara dan mendukung pasukan Pemerintah Suriah untuk menghancurkan kelompok militan ISIS. Belakangan, Negeri Beruang Merah itu mulai memperbanyak usaha diplomasinya untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun dan menelan ratusan ribu korban jiwa itu.(Fit)