Matatelinga.com, Hujan deras disertai angin kencang berkekuatan 79 kilometer per jam telah memporak-porandakan bagian barat Washington pada Selasa 17 November sekira pukul 14.00 waktu setempat. Akibat badai tersebut, seorang berusia 20 tahun dinyatakan meninggal dan 237.000 rumah dan pertokoan kehilangan asupan listrik.Kejadian ini tepatnya berlangsung di kawasan Puget Sound, teluk besar yang terbentang antara Danau Washington hingga Samudra Pasifik di barat laut Seattle dan Inland Northwest, Washington. Di mana sebuah pohon besar tumbang menimpa sebuah mobil dan menewaskan pria di dalamnya. Jalan-jalan juga ditutup akibat tanah longsor dan banjir.Seattle merupakan salah satu kota industri andalan Amerika. Ekonomi baru di kota hujan tersebut bergerak terutama di bidang internet dan teknologi. Kini setelah diterpa badai, kegiatan industri di Seattle mati.Menurut keterangan Puget Sound Energy, salah satu perusahaan jasa energi di Amerika, badai ini mengakibatkan pasokan gas dan listrik tidak bisa disalurkan ke 215.031 pelanggan mereka di kawasan Puget Sound, 48 kilometer ke utara Kota Seattle. Sementara data dari Seattle City Light menunjukkan ada sekira 2900 pelanggannya yang terkena dampak pemadaman ini.Kepala Pemadam Kebakaran setempat, Merlin Halverson menyebut bahwa badai telah membuat kawasan Monroe, Washington, benar-benar berantakan.“Banyak jalan ditutup karena pohon-pohon dan tiang listrik tumbang diikuti banjir,” katanya, seperti dikutip dari Trust dan dilansir laman okezone.com, Rabu (18/11/2015).Departemen Transportasi di sana memastikan akses jalan menuju Kota Jamrud tertutup untuk sementara waktu. Terutama jembatan di atas terusan Hood yang menghubungkan Seattle dan Redmond terhalang pohon yang dirobohkan angin berkekuatan 49 mil per jam.Badan pemantau cuaca nasional setempat meramalkan hujan disertai angin serupa masih akan membayangi warga barat Washington selama satu minggu ke depan.(Fit)