Matatelinga.com, Bom yang telah menjatuhkan pesawat Airbus A321 milik Rusia di Semenanjung Sinai, Mesir, diduga dikemas dalam kaleng minuman. Seperti dilaporkan BBC dan dilansir laman okezone.com, Pemerintah Rusia pun membenarkan kabar tersebut.Dalam foto yang diunggah Majalah Dabiq milik ISIS, terlihat kaleng bermerek Schweppes Gold, baterai (power source) dan sebuah saklar yang diduga dipakai untuk merakit bom yang menewaskan 224 penumpang dalam penerbangan pesawat Kogalymavia Rusia pada 31 Oktober 2015.Dengan ditemukannya saklar hitam tersebut, Rusia menduga pelakunya berada di antara para penumpang. Itu berarti seseorang telah melakukan bom bunuh diri.Entah bagaimana pelaku yang diduga berasal dari kelompok militan ISIS itu berhasil melewati sensor keamanan di bandara Sharm-el-Sheikh dan menaruh bom tersebut di pesawat.Hingga saat ini juga belum bisa dipastikan bagaimana cara kerja ketiga materi bom tersebut. Namun Presiden Rusia Vladimir Putin bersumpah akan terus memburu dan menghukum pelakunya.Selain ketiga benda yang beratnya setara 1 TNT itu, pada Selasa 17 November, Kepala Keamanan Rusia Alexander Bortnikov mengungkapkan bekas bahan peledak asing ditemukan di puing-puing pesawat. Sayangnya, pelacakan jejak pelakunya hingga kini belum menemukan titik terang.Sebelumnya, Angkatan Udara Mesir menemukan bangkai pesawat Rusia di kawasan Hasana, 95 kilometer sebelah selatan pesisir Mediterania, Kota el-Arish. Para pejabat Rusia mengatakan reruntuhan itu tersebar dalam radius 20 kilometer persegi atau 7,7 mil persegi, yang berarti pesawat ini meledak di udara sebelum jatuh.Cabang ISIS di Mesir mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tragedi yang menghilangkan nyawa ratusan turis Rusia. Aksi itu dinyatakan sebagai pembalasan atas penembakan Rusia yang membunuh ratusan umat Muslim di Suriah. Namun pihak otoritas Mesir segera membantah pernyataan tersebut.(Fit)