Matatelinga.com, Paus Fransiskus, jelas jadi satu sosok yang paling prihatin terhadap serangkaian aksi teroris belakangan ini. Pemimpin umat Katolik dunia itu pun merasa Hari Raya Natal tahun ini akan hampa, tak bisa dimaknai dengan sebenar-benarnya.Mungkin perayaan Natal masih akan berhias gegap lampu Natal, pesta dan pastinya pohon Natal. Tapi buat Paus Fransiskus, Natal tahun ini hanya sekadar sandiwara.“Mendekati Natal, akan ada banyak lampu hias, pesta, pohon Natal dan peragaan drama kelahiran (Yesus Kristus). Itu semua sebuah sandiwara,” cetus Paus, dilansir Daily Mail dan dikutip laman okezone.com, Sabtu (21/11/2015).Ya, sekitar sebulan lagi umat Kristiani di berbagai belahan dunia akan merayakan Natal, 25 Desember mendatang. Tapi sayangnya, Paus Fransiskus hanya melihat dunia menanggapi konflik maupun aksi teror dengan perang dan kebencian.Seperti di mana negara-negara Barat menyatakan perang terhadap teror yang terjadi di Mesir (pesawat Rusia jatuh), teror Paris dan terbaru, penyanderaan hotel di Mali.“Dunia terus-menerus berperang. Dunia tak mengambil jalan damai. Ada banyak perang dan kebencian hari ini di mana-mana,” tambahnya.“Kita semestinya meminta rahmat terhadap air mata di dunia yang tak mengenal jalan damai. Menangis untuk semua orang yang hidup hanya untuk perang dan untuk orang-orang sinis yang membantah itu. Tuhan menangis, Yesus menangis,” tandas Paus.(Fit)