Matatelinga.com, Perdana Menteri (PM) Irak Haider Al-Abadi mengatakan kelompok ISIS menyelundupkan sebagian besar minyaknya melalui Turki. Lantaran itu diperlukan tindakan nyata untuk menghentikan aksi penyelundupan minyak ini.Komentar Al-Abadi dikeluarkan selama pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier, yang melakukan kunjungan resmi ke Baghdad untuk membahas hubungan timbal-balik dan perang melawan kelompok IS.Memburuknya hubungan antara Irak dan Turki terjadi saat Baghdad menuduh Ankara mengirim tambahan tentara dalam misi pelatihan ke Irak Utara tanpa izin dari Baghdad.Laporan sebelumnya mengatakan satu batalion latih Turki dengan dilengkapi kendaraan lapis baja dikerahkan di dekat Kota Mosul, sekira 400 kilometer di sebelah utara Baghdad. Tujuannya ialah memberi pelatihan kepada kelompok paramiliter Irak untuk melawan kelompok gerilyawan IS.Menurut pernyataan itu, Al-Abadi mengatakan kepada Seinmeier bahwa penggelaran tentara Turki di wilayah Irak tak bisa diterima karena dilakukan tanpa izin dari Pemerintah Irak. Pasukan, tank, dan artileri Turki dikirim ke Nineveh, provinsi besar di Irak Utara. Mosul, Ibu Kota Provinsi Nineveh, telah berada dalam kekuasaan ISIS sejak Juni 2014.Sebelumnya Rusia menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan keluarganya terlibat dalam perdagangan minyak ISIS, tapi Erdogan menuduh balik Rusia, dan menyatakan pada kenyataannya Rusia lah yang terlibat dalam penyelundupan minyak dengan ISIS.Pada Sabtu (5/12/2015) lalu, Baghdad menuntut Turki segera menarik pasukannya, yang dikerahkan secara tidak sah ke Irak, yang sedang berusaha menegakkan kedaulatan saat menerima bantuan asing melawan kelompok IS.Pejabat tinggi pasukan Kurdi di wilayah itu meremehkan pengerahan pasukan tersebut dan menganggapnya sebagai putaran pelatihan berkala, namun harian Turki menganggapnya sebagai bagian dari kesepakatan untuk merancang pangkalan tetap. Dalam menghadapi tekanan politik dari Amerika Serikat, Al-Abadi menganggap barisan rakyat, yang menghadapi pasukan asing di Irak, makin kesulitan selama sepekan terakhir. Demikian dilansir laman okezone.com(Fit)