Matatelinga.com, Sepasang suami istri (pasutri) ditangkap setelah sang suami meminta saran mengenai target serangan di akun Twitter-nya. Keduanya diduga sedang berencana melakukan serangan di London, Inggris. Polisi juga menemukan cadangan bahan kimia di rumah mereka saat dilakukan penggerebekan.Mohammed Rehman dan Sana Ahmed Khan didakwa bersalah oleh juri dalam pengadilan. Keduanya disebut sedang mempersiapkan aksi teror di salah satu pusat perbelanjaan atau jaringan kereta bawah tanah London.“Pusat perbelanjaan Westfield atau kereta bawah tanah London? Saran Anda sangat berharga,” tulis Rehman dalam akun Twitter-nya seperti dikutip Reuters dan dilansir laman okezone.com, Rabu (30/12/2015).Keduanya menolak dakwaan tersebut. Namun, menurut pihak penyidik Inggris pasutri itu telah melakukan penelitian secara rinci mengenai serangan-serangan teroris. Salah satu yang mereka teliti adalah rekaman video pengeboman London pada 5 Juli 2007 yang menewaskan 52 orang. Rehman dan Sana diduga akan melakukan serangan untuk merayakan 10 tahun pengeboman tersebut.Pria 25 tahun itu juga telah melakukan serangkaian uji coba bom di pekarangan rumah dan merekam video tersebut. Sedangkan Sana berperan untuk membeli bahan-bahan kimia yang dibutuhkan suaminya untuk membuat bom.“Keduanya sudah sangat dekat untuk melakukan aksi teror mereka. Satu-satunya hal terakhir yang mereka butuhkan adalah membeli bahan kimia untuk detonator bom,” ujar Kepala Divisi Antiteror Kejaksaan London, Susan Hemming.Hemming menungkapkan bahwa keduanya sudah memiliki sekira 10 kilogram urea nitrat sebagai bahan untuk membuat bom. “Jika keduanya tidak ditangkap, mungkin saja dalam waktu dekat akan ada serangan di London,” kata Hemming.(Fit)