Matatelinga.com, Hubungan diplomatik antara Arab Saudi dengan Iran semakin panas menyusul eksekusi mati ulama Syiah Nimr al Nimr lantaran dianggap "melawan" negara.Menanggapi hal itu, Waketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud mengungkapkan pihaknya bersedia menjadi penengah dan melakukan mediasi bagi kedua negara Timur Tengah tersebut."Persoalan itu sebesar apa pun bisa diselesaikan dengan cara mudzakarah dan PBNU dengan ini menyampaikan siap menjadi mediator antara Iran dengan Arab Saudi karena PBNU berpengalaman," kata Marsudi usai melakukan kunjungan ke MNC Media di MNC Plaza, Jakarta, Senin (11/1/2016). Sebagaimana dilansir melalui laman okezone.comMarsudi menjelaskan, pada masa pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), PBNU juga pernah dipilih sebagai perwakilan Indonesia dalam menangani konflik Irak dan Afghanistan."Jadi memang PBNU sudah berpengalaman dan siap menjadi penengahnya. Mungkin bisa bersama pemerintah dan PBNU juga tidak akan terlibat dalam pusaran konflik," ucapnya.Ia mengimbau seluruh umat Islam mampu menjaga ukhuwah Islamiyah dalam kehidupannya. Saat ini, lanjut Marsudi, umat Islam tengah diadu lewat perbedaan ideologi Sunni dan lainnya."Kepada umat Islam agar dapat menjaga ukhuwah Islamiyah dan agar jangan terpecah lantaran diadu dengan paham Sunni maupun lainnya, jangan terpancing atas pikiran dan isu pemecahan Islam semacam itu," tukasnya.(Fit)