Matatelinga.com, Presiden Barack Obama menyatakan Amerika Serikat (AS) selama ini selalu turun tangan terhadap sebuah negara yang mengalami krisis. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato States of the Union terakhir Obama sebelum lengser di akhir tahun.Pria kelahiran Hawaii itu menuturkan, tidak stabilnya beberapa kawasan seperti Timur Tengah telah membuat orang-orang memalingkan muka serta meminta bantuan kepada AS untuk memecahkan masalahnya. Obama ingin agar solusi yang diberikan Negeri Paman Sam lebih dari sikap keras atau mengebom area penuh warga sipil.“Kita juga tidak bisa mengambil alih dan membangun kembali setiap negara yang mengalami krisis. Itu bukanlah kepemimpinan. Itu seperti menumpahkan darah warga Amerika serta harta benda yang secara jelas akan melemahkan kita. Itu adalah pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari Vietnam dan Irak. Kita seharusnya sudah selesai belajar sekarang,” ujar pria 54 tahun itu, seperti dilaporkan ITV dan dikutip dari laman okezone.com, Rabu (13/1/2016).Presiden ke-44 AS itu membanggakan pendekatan politik luar negeri (polugri) yang diambil selama masa kepemimpinannya. Obama menyebutnya sebagai “pendekatan lebih cerdas”. Mantan Senator Illinois itu yakin pendekatannya akan menggerakkan negara-negara lain untuk bekerja sama dengan AS serta bersama-sama menyelesaikan konflik.“Itulah pendekatan kita ke konflik seperti di Suriah, dan kita menjadi partner bagi pasukan keamanan lokal serta memimpin koalisi internasional untuk membantu masyarakat yang tercerai-berai memperoleh hidup damai,” tutur Obama.(Fit)