Matatelinga.com, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al Jubeir membela eksekusi ulama Syiah Nimr al Nimr. Alih-alih menyebut Nimr sebagai sarjana agama, pria berusia 53 tahun tersebut tetap mengatakannya sebagai teroris.Eksekusi pria kelahiran 21 Juni 1959 itu memicu kemarahan di kalangan warga Iran yang mayoritas umat Syiah. Protes keras berujung aksi kekerasan terhadap perwakilan Arab Saudi membuat hubungan diplomatik kedua negara putus. Tensi di kawasan tersebut juga ikut meningkat.“Nimr al Nimr adalah teroris, bukan ahli agama,” ucap Jubeir dalam wawancara dengan CNN di Washington DC, Amerika Serikat, sebagaimana dilansir Sputnik dan dikutip dari laman okezone.com, Rabu (20/1/2016). “Dia merekrut, mendanai, mempersenjatai, merencanakan, serta melakukan aksi teror yang menewaskan pasukan keamanan,” tambah pria asal Al Majma’ah itu.Lebih jauh Jubeir membandingkan Nimr al Nimr dengan almarhum pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden. Nimr al Nimr disebutnya sama religius sebagai seorang ulama dengan pemimpin kelompok teroris tersebut.(Fit)