Matatelinga.com, Turki kembali diterpa tuduhan terkait pembelian minyak ilegal dari ISIS. Kali ini Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon yang mengatakan bahwa bisnis antara Ankara dengan ISIS telah terjadi sejak lama.Berbicara kepada media di Athena, Yaalon mengatakan ISIS telah menikmati uang dari Turki untuk pembelian minyak dalam jangka waktu yang “sangat, sangat lama”. Mantan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel itu juga menuduh Turki mengizinkan para militan dari Eropa untuk memasuki Irak dan Suriah.“Semua terserah kepada Turki, Pemerintah Turki, para pemimpin Turki untuk memutuskan apakah mereka mau menjadi bagian dari kerjasama melawan terorisme,” kata Yaalon sebagaimana dilansir dari BBC dan dikutip dari laman okezone.com, Rabu (27/1/2016).“Sejauh ini hal itu tidak terjadi. Seperti yang Anda tahu Daesh (sebutan lain untuk ISIS) telah menikmati uang dari Turki untuk pembelian minyak untuk waktu yang sangat, sangat lama. Saya harap hal itu diakhiri,” tambahnya.Sebelumnya, Pemerintah Turki telah membantah tuduhan Pemerintah Rusia yang mengatakan negara pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan itu melakukan bisnis penyelundupan dan penjualan minyak dengan ISIS. Pemerintah Amerika Serikat (AS) membenarkan adanya penyelundupan minyak oleh ISIS melalui Turki, namun membantah keterlibatan Pemerintah Turki dalam tindak ilegal itu.(Fit)