Matatelinga.com, Seorang pria warga negara Kosovo dituduh meretas data pribadi lebih 1.000 pasukan Amerika Serikat (AS). Data-data tersebut kemudian dikirim ke kelompok militan ISIS di Suriah. Pria itu pun ditahan di Malaysia pada Oktober 2015 atas perintah penangkapan sementara AS.Usai diekstradisi dari Negeri Jiran, pria bernama Ardit Ferizi tersebut muncul di hadapan pengadilan di Virginia, AS, pada Rabu 27 Januari siang waktu setempat. Pria berusia 20 tahun itu diyakini sebagai pemimpin grup peretas Kosovo.Sebagaimana dilaporkan Reuters dan dikutip dari okezone.com, Kamis (28/1/2016), Ferizi meretas server retail online AS dan mencuri informasi pribadi 1.351 personel militer Negeri Paman Sam.Dalam dokumen catatan kriminalnya, Ferizi mengirim data tersebut ke ISIS bersama hacker asal Inggris bernama Junaid Hussain. Dalam sebuah pesan pribadi di Twitter, pria bertubuh tambun itu juga mengajukan tawaran pembuatan program komputer yang memungkinkan kelompok militan tersebut membuat propaganda secara online yang tidak dapat dihapus.AS menyebut kasus Ferizi sebagai yang pertama dari kasus sejenis saat mengumumkan penangkapannya. Dia merupakan salah satu dari 79 orang dituntut oleh Kejaksaan AS karena melakukan kejahatan yang berhubungan dengan ISIS dalam dua tahun terakhir.Dalam persidangannya Jumat 29 Januari, Ferizi akan ditemani seorang penerjemah asal Albania. Dia terancam hukuman maksimal 35 tahun penjara jika terbukti bersalah.(Fit)