Matatelinga.com,Besok, Kamis 4 Februari 2016, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dijadwalkan akan melakukan ‘blusukan’ ke Masjid Baltimore di negaranya. Kedatangannya tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa kebebasan beragama dan menjalankan ibadah yang diundang-undangkan di AS terjamin.Masjid Baltimore tahun lalu menjadi target kejahatan atas dasar kebencian (hate crime). Komunitas muslim di sana menghadapi serangkaian ancaman pembunuhan dan penghancuran bangunan masjid.“Sebagian bangunan di belakang masjid hancur akibat ledakan. Menurut saya, serangan itu bukan akibat hate crime, tetapi itu semua karena ketakutan mereka atas banyaknya komunitas Muslim di sini,” kata Zainab Chaudry, Manajer Koordinator Eksternal dari Dewan Hubungan Islam-Amerika di Maryland, disitat dari Time dan dikutip dari laman okezone.com, Rabu (3/2/2016).Kunjungan Obama sendiri cukup meneduhkan hati kaum Muslim di AS. Ia datang di tengah intensitas sentimen yang besar atas kelompok Islam di AS pascateror Paris 13 November, penembakan gedung disabilitas di California dan teror ISIS yang tengah diperangi di Irak dan Suriah.Dikabarkan, sang presiden akan berkunjung dalam waktu cukup lama untuk mendengarkan keluhan warga Muslim AS di masjid yang berjarak 45 mil dari Washington. Ditambah dengan sesi diskusi.“Hukum AS menjamin warga negaranya harus bisa beribadah seturut kepercayaannya masing-masing. Mereka diizinkan secara konsisten menjalankan warisan dan tradisi agamanya dengan caranya sendiri, tanpa campur tangan dari pemerintah atau retorika kampanye yang dapat memecah belah kerukunan umat beragama di AS,” terang juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest. Sedikit menyindir kampanye lawan politiknya yang sering kali rasis dan memicu islamophobia.Disinyalir kunjungan ini merupakan lawatan politik untuk meneguhkan posisi Hillary Clinton dari Partai Demokrat AS, partai yang sama, yang pernah mengusung Obama menjadi presiden Afrika-Amerika pertama di Negeri Paman Sam."Sebagaimana hal tersebut (kebebasan beragama) menjadi tanggung jawab umat Islam di seluruh dunia untuk membasmi ide sesat yang mengarah ke radikalisasi, ini juga menjadi tanggung jawab semua warga negara AS untuk menolak diskriminasi iman," kata Obama dalam pidatonya di ruang bundar Gedung Putih, terkait strategi AS melawan ISIS.(Fit)