Matatelinga.com, Penembakan brutal di salah satu hotel terkemuka di Dublin, Irlandia dilakukan oleh tiga orang pria bersenjata. Ketiganya diberitakan memasuki Hotel Regency pada Jumat 5 Februari 2016, memakai seragam polisi dan menyuruh ratusan pengunjung tiarap.Namun seorang saksi mata mengatakan, hanya dua dari tiga pelaku yang menyamar sebagai polisi. Satu pelaku lagi mengenakan kostum perempuan dan melarikan diri saat kejadian.Mel Christle, Presiden Boxing Union of Ireland menyaksikan betapa kacaunya kondisi penembakan saat itu. Sekira 200 orang disuruh tiarap dengan muka menghadap lantai ballroom hotel. Tanpa tahu apa yang terjadi, mereka hanya mendengar ada tembakan. Tiga orang rubuh terkena luka tembak, salah satunya meninggal seketika, dua lagi kritis.“Tembakan itu dimulai tepat ketika petinju terakhir selesai ditimbang. Saya melihat seorang pria bersenjata, memegang AK-47 dan seorang lagi berpakaian wanita, melarikan diri melalui kerumunan,” ujar dia, dikutip dari Associated Press dan dilansir dari laman okezone.com, Sabtu (6/2/2016).Puluhan orang yang datang untuk menghadiri prosesi penimbangan empat petinju kelas bulu yang akan bertanding pada Sabtu malam nanti, lari ketakutan setelah mendengar tembakan pertama.Saat kejadian, Christle berada di podium samping petinju yang ditimbang. Ia menilai penyerang sudah menargetkan individu tertentu. Karena mereka tidak terlihat sembarangan menembak.“Banyak anak-anak dan kerabat keluarga petinju hadir di sana. Ada yang lari, ada yang sampai jatuh. Tapi hanya beberapa orang yang benar-benar ditargetkan. Saya yakin sekali, ini bukan sembarangan,” tegas Christle.(Fit)