Matatelinga.com, Ketegangan di kawasan Semenanjung Korea yang meningkat pasca peluncuran roket jarak jauh yang dilakukan Korea Utara (Korut), semakin diperparah dengan insiden penembakan kapal patroli Korut yang dilakukan oleh tetangganya Korea Selatan (Korsel) pada Senin 8 Februari 2016, atau sehari setelah unjuk kekuatan yang dilakukan Korut.Keterangan Kementerian Pertahanan Korsel yang dilansir The Guardian dan dikutip dari laman okezone.com, Senin (8/2/2016) menyebutkan kapal Korut melanggar perbatasan Laut Kuning yang disengketakan pada pukul 07.00 waktu setempat. Kapal itu segera mundur pada pukul 07,15 waktu setempat setelah mendapatkan lima tembakan peringatan yang dilepaskan angkatan laut Korsel.Batas wilayah laut antara kedua Korea atau yang disebut dengan Garis Batas Utara (Northern Limit Line) tidak diakui oleh Pyongyang yang menyatakan bahwa perbatasan itu dibuat sevara sepihak oleh Amerika Serikat (AS) dan pasukan PBB usai Perang Korea berakhir pada 1953.Sejak saat itu kedua belah menyatakan telah terjadi pelanggaran serta telah terjadi beberapa kali konflik di laut pada 1999, 2002, dan 2009 sehingga kejadian kali ini bukanlah sesuatu yang serius. Namun, Korsel saat ini tengah berada dalam keadaan siaga setelah peluncuran roket jarak jauh dan uji coba nuklir Korut.(Fit)