Matatelinga.com, Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richer (SR) yang mengguncang bagian selatan Taiwan kembali bertambah. Laporan terakhir yang mencatat sedikitnya 35 orang tewas, termasuk diantaranya seorang bayi berusia 10 bulan dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu 6 Februari 2016 tersebut.Pemerintah Tainan yang menjadi kota dengan kerusakan terparah akibat gempa mengatakan telah berhasil menyelamatkan 170 orang korban dari reruntuhan bangunan berlantai 17 yang runtuh akibat gempa dahsyat tersebut.Kantor Berita Xinhua dan dikutip dari laman okezone.com, Senin (8/2/2016) melaporkan bahwa tim penyelamat masih berusaha untuk mencari ratusan korban yang diyakini masih terkubur di antara puing-puing bangunan dua hari setelah bencana itu terjadi.Perayaan Imlek atau Tahun Baru China yang sedianya dilangsungkan hari ini ditunda akibat gempa. Keluarga para korban masih berdiri di sekitar lokasi untuk menantikan kabar mengenai anggota keluarga mereka.Taiwan sering kali dilanda gempa bumi yang sebagian besar tidak atau hanya mengakibatkan kerusakan ringan. Gempa terparah dalam 20 tahun terakhir terjadi pada 1999 saat guncangan berkekuatan 7,3 SR di Taiwan tengah menelan lebih dari 2.000 korban tewas.Sejauh ini tidak ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban. Tercatat sekira 17.000 WNI yang sebagian besar berprofesi sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tinggal di wilayah Kabupaten Tainan.(Fit)