Matatelinga.com, Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter telah menguncang Kota Tainan, Taipei, Taiwan. Lalu kabarnya, jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat itu mencapai puluhan orang.Saat dikonfirmasi, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan kementeriannya sudah mendapat kabar dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang tewas akibat gempa tersebut.Dia mengatakan, saat ini pihaknya hanya mendapat kabar ada 10 WNI yang terluka akibat gempa itu."Saya sampaikan bahwa kemarin ada tujuh WNI yang luka ringan akibat gempa di Taiwan, dan per hari ini bertambah tiga orang, sehingga menjadi total 10 orang luka ringan," ujar Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/2/2016). Seperti dilansir melalui laman okezone.comPerempuan asal Semarang, Jawa Tengah, tersebut menambahkan, tidak ada WNI yang mengalami luka berat akibat gempa itu. Terlebih lagi mereka sudah dipulangkan dari rumah sakit ke tempat tinggal masing-masing."Para korban luka ringan hanya lecet-lecet, sudah dipulangkan ke kediaman masing-masing," katanya.Sementara, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan penyisiran untuk lebih memastikan tidak ada WNI dari gempa tersebut. "Penyisiran dan koordinasi masih akan terus dilakukan dengan posko kita yang ada di Tainan," jelasnya.Sebelumnya, jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan 6,4 SR di Kota Tainan terus bertambah. Kini jumlah korban tewas bertambah menjadi 38 orang.Menurut informasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Taiwan dari 38 korban tewas, 36 orang di antaranya ditemukan di Gedung Wei-Guan Dragon, salah satu lokasi terparah yang terkena dampak gempa.Tim KDEI terus memantau proses pencarian dan penyelamatan korban gempa Taiwan. Mereka membuka Posko KDEI peduli di Tainan Si Hua Street Nomor 42-2, North District, Kota Tainan, sejak Minggu. Posko itu bisa dihubungi di nomor telefon: +886973947516.Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri, di Kota Tainan terdapat sekira 17.000 WNI. Sebanyak 16.800 di antaranya adalah TKI, sedangkan sisanya pelajar dan WNI lainnya.(Fit)