Matatelinga.com, Setelah melakukan diskusi maraton selama berjam-jam, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mencapai kesepakatan gencatan senjata di Suriah.Keduanya mengadakan pertemuan bersama puluhan perwakilan negara lain yang difasilitasi PBB di Kota Munich, Jerman. Dalam konferensi pers usai pertemuan, kedua pihak sepakat segera mengirim bantuan kemanusiaan ke Suriah. Pengiriman tersebut akan diikuti gencatan senjata dalam jangka waktu sepekan.“Kami setuju mengimplementasikan penghentian kekejaman di seantero Suriah dalam jangka waktu sepekan,” ujar Kerry, seperti dilansir New York Times dan dikutip dari laman okezone.com, Jumat (12/2/2016).“Ujian sesungguhnya adalah apakah seluruh pihak dapat menghormati komitmen itu,” timpal Lavrov.Jika kesepakatan tersebut dipenuhi, maka ini adalah pertama kalinya dibentuk pernyataan formal yang memiliki efek jangka panjang untuk mengakhiri konflik saudara di Suriah yang pecah sejak 2011. Namun, gencatan senjata tersebut berlaku secara parsial dan mengecualikan dua kelompok yang bertikai yakni Jabhat al Nusra dan ISIS.Pengecualian terhadap Al Nusra dan ISIS dianggap sangat rentan akan pengabaian kesepakatan gencatan senjata. Kerry dan Lavrov juga sama-sama tidak menjamin para pemimpin kelompok pemberontak akan setuju dengan kesepakatan yang dicapai di Munich.(Fit)