Matatelinga.com, Otoritas Bahrain menahan empat wartawan Amerika Serikat (AS) di tengah unjuk rasa memperingati lima tahun pemberontakan penganut Syiah di sana. Tiga pria yang merupakan kamerawan dan satu perempuan ditangkap di beberapa tempat berbeda.Kementerian Luar Negeri AS menyatakan pihaknya sudah menerima pemberitahuan warganya ditangkap di Bahrain. Kepolisian setempat membenarkan menangkap seorang perempuan wartawan bernama Anna Therese Day dan tiga pria AS saat terjadi bentrokan antara pasukan keamanan dengan pengunjuk rasa di Sitra.“Salah satu dari mereka menggunakan topeng dan ikut serta dalam aksi kekerasan sabotase melawan pasukan keamanan. Tiga lainnya ditangkap di pos pemeriksaan keamanan di wilayah Sitra,” tulis pernyataan Kepolisian Bahrain, seperti dikutip dari The Guardian dan dilansir dari laman okezone.com, Selasa (16/2/2016).Keempatnya memasuki Bahrain pada 11–12 Februari dengan visa sebagai turis. Otoritas setempat mengklaim mereka menyalahi izin tersebut dengan melakukan aktivitas jurnalistik tanpa izin dan beberapa tindakan ilegal lainnya.Namun, juru bicara Therese Day menolak klaim tersebut. Melalui juru bicara keluarga, mereka menyatakan keempatnya adalah wartawan yang sangat berdedikasi sehingga tidak mungkin melakukan kesalahan serta meminta segera dibebaskan.Bahrain sendiri menyatakan kasus penahanan tersebut segera dilimpahkan ke pihak Kejaksaan.(Fit)