Matatelinga.com, Amerika Serikat meminta pemimpin oposisi Uganda, Kizza Besigye, yang kalah dalam ajang perebutan kursi presiden, segera dibebaskan dari rumah tahanannya."Kami menyerukan pembebasan segera dan pemulihan akses ke semua situs media sosial di Uganda," kata Departemen Luar Negeri AS pada Sabtu 20 Februari malam, sebagaimana yang disadur dari New York Times dan dilansir dari laman okezone.com, Senin (22/2/2016).Menurut AS, penahanan atas capres yang kalah bersaing seperti itu tidak pantas dilakukan karena merusak demokrasi.“Kami sangat mengkritisi penanganan hasil pemilu semacam ini. Bagaimanapun, pihak penyelenggara perlu dievaluasi atas keterlambatan dalam pengiriman surat suara hingga tujuh jam lamanya. Hasil pemungutan suaran perlu diperiksa,” tambah Paman Sam.Pemilu Uganda 2016 kembali memenangkan Presiden Yoweri Museveni. Ia telah memerintah negara di Afrika Timur itu selama 30 tahun, dan hasil pemilu ini membuatnya jadi presiden terlama di Uganda.Namun begitu, hasil pemilu tidak lantas diterima begitu saja. Kerusuhan pecah di Kampala, Ibu Kota Uganda setelah kabar pilpres dinodai oleh kecurangan menyebar luas. Pengamat juga melihat ada kejanggalan pada pemungutan suara di ibu kota. TPU di desa dikabarkan berjalan lancar, di Kampala malah ada keterlambatan.“Rakyat Uganda berhak mendapatkan yang lebih baik dari Musevini,” sambung AS.(Fit)