Matatelinga.com, Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan di Diyarbakir, Turki memprotes aksi militer terhadap suku Kurdi oleh tentara di wilayah tersebut. Massa menuntut operasi tersebut segera dihentikan. Namun, unjuk rasa tersebut berakhir dengan bentrokan.Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung pada Sabtu 27 Februari siang waktu setempat. Selain menuntut penghentian operasi militer, massa juga menuntut penghapusan jam malam yang diberlakukan sejak Desember 2015 di beberapa bagian di Distrik Sur. Unjuk rasa diduga diprakarsai oleh partai politik pro-Kurdi.Namun, seperti diwartakan ABC News dan dilansir melalui laman okezone.com, Minggu (28/2/2016), unjuk rasa berakhir ricuh setelah tentara Turki berusaha membubarkan massa dengan menembakkan water cannon serta gas air mata. Massa yang marah kemudian melemparkan batu ke arah tentara dan polisi.Pasukan keamanan Turki diketahui melakukan operasi besar-besaran di wilayah yang didominasi suku Kurdi itu untuk menumpas militan PKK yang dilabeli sebagai teroris oleh Ankara. Mereka juga memberlakukan jam malam di beberapa wilayah untuk membatasi gerakan kelompok militan itu.Sayangnya, banyak warga sipil tak berdosa menjadi korban tewas sehingga Presiden Recep Tayyip Erdogan mendapatkan kritik tajam dari dunia internasional terutama aktivis hak asasi manusia (HAM) dan kalangan akademisi.Gencatan senjata antara pemerintah Turki dengan PKK sempat diteken pada 2013. Namun perjanjian gencatan senjata itu batal pada Juli 2015 sehingga menimbulkan beragam aksi kekerasan. Konflik antara keduanya yang berlangsung hampir tiga dekade itu telah menewaskan lebih dari 40 ribu orang.(Fit)