Matatelinga.com, Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menyatakan tidak akan menutup kemungkinan untuk berdialog dengan seterunya Korea Utara (Korut) meskipun hubungan kedua negara tengah memanas. Namun, Presiden Korsel Park Gyeun-hye memperingatkan bahwa Pyongyang yang terancam dijatuhi sanksi PBB akan mendapatkan tekanan yang lebih keras jika melanjutkan program nuklirnya.“Pemerintah tidak akan menutup pintu dialog, tapi selama Korut tidak menunjukkan keinginan untuk melakukan denuklirisasi dan menolak untuk berubah, tekanan dari kami dan komunitas internasional akan terus berlanjut,” kata Park sebagaimana dilansir Reuters dan dikutip dari laman okezone.com, Selasa (1/3/2016).Sejak awal tahun ini, Pyongyang telah dua kali memancing kecaman dari dunia internasional dengan melakukan uji coba nuklir keempatnya pada Januari dan peluncuran roket jarak jauh ilegal bulan lalu. Kedua aksi ini dibalas dengan tindakan keras dari Korsel yang menutup Kawasan Industri Kaesong yang menjadi salah satu sumber perekonomian Korut.Dewan Keamanan PBB juga dilaporkan akan mengambil suara untuk mengesahkan rancangan resolusi dari Amerika Serikat (AS) dan China untuk menjatuhkan hukuman kepada Pyongyang atas aksinya tahun ini. Resolusi baru ini akan memerintahkan negara-negara anggota PBB untuk memeriksa muatan setiap kapal kargo yang melewati wilayah mereka deimi mencegah penyelundupan barang terlarang untuk Korut.(Fit)