Matatelinga.com, Jika manusia yang sudah meninggal dunia harus dikuburkan, namun ada beberapa orang di dunia ini yang ternyata memilih menyimpan mayat sanak keluarganya ketimbang menguburkannya.
Bahkan, mereka cukup bernyali besar untuk tinggal bersama mayat-mayat itu. Banyak alasan yang melatari mereka melakukan itu. Mulai dari saking cintanya sehingga sulit berpisah hingga tidak bisa menerima kenyataan bahwa keluarganya tersebut telah tiada. Berikut kisah keluarga yang rela tinggal dengan mayat dalam satu atap rumahnya.
Tidur Bareng Mayat Istri
Seorang pria asal Vietnam bernama Le Van ,57, pada tahun 2009 lalu menghebohkan jagat maya lantaran fotonya yang tidur satu ranjang dengan istrinya yang telah meninggal beredar di internet.
Dilansir dari laman boombastis.com, Ia mengaku sangat terpukul dengan kematian sang istri dan tidak rela ditinggal oleh sang wanita pujaan. Ia lalu melapisi bagian tubuh mayat istrinya dengan gipsum dan merebahkan mayat istrinya di tempat tidur. Tampa ada rasa takut, ia pun setia tidur mendampingi mayat istrinya itu setiap malam.
Menyimpan Mummy dalam Rumah
Seorang pria berusia 79 tahun meninggal dunia di Belgia pada 2012 silam. Kepergiannya lantas membuat sang istri syok luar biasa dan merasa sangat kehilangan. Lantaran sulit menerima kenyataan itu, ia pun memilih tidak memberitahu siapapun ihwal kematian suaminya. Mayat sang suami bahkan dibiarkan tetap di atas tempat tidur, lengkap dengan baju hangatnya.
Selang setahun kemudian, polisi menyambangi rumah wanita itu lantaran dilaporkan oleh pemilik rumah gara-gara satu tahun menunggak uang sewa. Akan tetapi, polisi justru terkejut saat menemukan sosok mayat membusuk di dalam kamar wanita itu. Namun, wanita yang merupakan istri dari mendiang pria itu kemudian memohon kepada pemerintah agar tidak menguburkan suaminya. Mayat pria itupun akhirnya dijadikan mummy.
Menyimpan Mayat Sang Anak
Bergeser ke Georgia, di sana terdapat kisah mayat remaja 18 tahun yang disimpan oleh keluarganya di dalam rumah. Keluarga remaja bernama Joni Bakaradze itu masih belum dapat menerima kepergian sang anak meski sudah 22 tahun meninggal dunia.
Bahkan, ibu Joni menggunakan berbagai macam teknik untuk mencegah mayat sang anak agar tidak membusuk. Ia membalurkan cairan spritus ke jasad sang anak bahkan juga vodka agar mayat itu tidak menghitam.
Keluarga Joni berdalih melakukan perbuatan tersebut agar segala kenangan tentang mendiang Joni selalu hidup di rumah mereka. Selain itu, keluarga juga ingin agar adik-adik Joni dapat menyaksikan sosok kakak mereka meski sudah menjadi mayat, seperti yang dilansir Okezone.
(...)