Matatelinga.com, Pemerintah Uni Eropa pada Kamis 10 Maret memustuskan untuk memperpanjang masa sanksi bagi pihak-pihak di Rusia dan Ukraina yang terlibat konflik di Ukraina timur.Sebagaimana dilansir Reuters dan dikutip dari laman okezone.com, Jumat (11/3/2016) perpanjangan sanksi tersebut diterapkan dalam bentuk pembekuan aset serta larangan bepergian hingga pertengahan September 2016. Kelompok beranggotakan 28 negara Eropa itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 146 orang termasuk mantan presiden Ukraina yang mendapat dukungan Rusia yaitu Viktor Yanukovich, serta 37 perusahaan akan tetap berada dalam daftar sanksi itu.Sanksi ekonomi utama yang dijatuhkan Uni Eropa terhadap Rusia dengan menargetkan sektor energi, perbankan dan pertahanan Negeri Beruang Merah sebenarnya akan berakhir pada Juli tahun ini.Para pemerintah di Uni Eropa ternyata menginginkan agar masa sanksi diperpanjang sampai Rusia dianggap telah menjalankan kewajibannya dalam mewujudkan perdamaian di Ukraina. Namun, keputusan untuk memperpanjang sanksi ini masih membutuhkan kesepakatan penuh dari seluruh anggota Uni Eropa. Beberapa negara yang memiliki hubungan dekat dengan Rusia, termasuk Hungaria dan Yunani masih belum memutuskan apakah mereka akan mendukung perpanjangan sanksi. (Fit)