Matatelinga.com, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama pada Jumat 11 Maret meminta telefon genggam dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan pemerintah untuk mengakses data pribadi yang tersimpan di dalamnya.Permintaan tersebut didasarkan oleh adanya kebutuhan untuk mencegah serangan teroris atau untuk menegakkan undang-undang perpajakan.Berbicara di festival South by Southwest di Austin, Texas, AS, Obama mengatakan dia tidak dapat memberikan komentar terkait kasus hukum dimana FBI mencoba untuk memaksa Apple memberikan akses kepada sebuah iPhone yang menjadi barang bukti terkait pelaku penembakan San Bernardino, yaitu, Rizwan Farook.Namun, Obama memperjelas bahwa meskipun ia berkomitmen terhadap rahasia data pribadi dan kebebasan sipil seluruh warga AS, dibutuhkan sebuah penyeimbang untuk melakukan beberapa tindakan preventif."Pertanyaan yang harus kami tanyakan saat ini adalah: Jika secara teknologi mampu untuk membuat sebuah sistem peralatan yang tidak dapat ditembus atau sistem dimana kunci datanya sangat kuat hingga tidak ada kuncinya, maka bagaimana kita dapat menekan pornografi anak, bagaimana cara kami menyelesaikan atau menghentikan sebuah rencana teroris?" kata Obama, sebagaimana dilansir dari Reuters dan dikutip dari laman okezone.com, Minggu (13/3/2016)"Mekanisme apa yang saat ini kami miliki untuk dapat melakukan hal yang mudah seperti penegakan pajak jika faktanya anda tidak dapat menembusnya sama sekali, jika pemerintah tidak dapat mendapatkan akses, maka semua orang dapat menggelapkan dana dengan menggunakan sebuah akun di bank Swiss," dia menambahkan.Pada agendanya tersebut memperjelas perlunya kerja sama antara pemerintah dengan perusahaan teknologi untuk dapat menyelesaikan berbagai masalah.AUSTIN - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama pada Jumat 11 Maret meminta telefon genggam dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan pemerintah untuk mengakses data pribadi yang tersimpan di dalamnya.Permintaan tersebut didasarkan oleh adanya kebutuhan untuk mencegah serangan teroris atau untuk menegakkan undang-undang perpajakan.Berbicara di festival South by Southwest di Austin, Texas, AS, Obama mengatakan dia tidak dapat memberikan komentar terkait kasus hukum dimana FBI mencoba untuk memaksa Apple memberikan akses kepada sebuah iPhone yang menjadi barang bukti terkait pelaku penembakan San Bernardino, yaitu, Rizwan Farook.Namun, Obama memperjelas bahwa meskipun ia berkomitmen terhadap rahasia data pribadi dan kebebasan sipil seluruh warga AS, dibutuhkan sebuah penyeimbang untuk melakukan beberapa tindakan preventif."Pertanyaan yang harus kami tanyakan saat ini adalah: Jika secara teknologi mampu untuk membuat sebuah sistem peralatan yang tidak dapat ditembus atau sistem dimana kunci datanya sangat kuat hingga tidak ada kuncinya, maka bagaimana kita dapat menekan pornografi anak, bagaimana cara kami menyelesaikan atau menghentikan sebuah rencana teroris?" kata Obama, sebagaimana dilansir dari Reuters, Minggu (13/3/2016)"Mekanisme apa yang saat ini kami miliki untuk dapat melakukan hal yang mudah seperti penegakan pajak jika faktanya anda tidak dapat menembusnya sama sekali, jika pemerintah tidak dapat mendapatkan akses, maka semua orang dapat menggelapkan dana dengan menggunakan sebuah akun di bank Swiss," dia menambahkan.Pada agendanya tersebut memperjelas perlunya kerja sama antara pemerintah dengan perusahaan teknologi untuk dapat menyelesaikan berbagai masalah.(Fit)