Matatelinga.com, Para demonstran yang berbaris di Ibu Kota Vietnam, Hanoi pada Senin, 14 Maret 2016 waktu setempat, dalam rangka memperingati pertempuran laut berdarah dengan China.Dalam aksi ini, para demonstran juga mengecam sikap keras China dalam menghadapi sengketa Laut China Selatan (LCS).Sekira 150 orang yang mengenakan ikat kepala dan membawa spanduk besar mengitari kerumunan ramai di jalanan sekitar Hanoi Hoan Kiem, sembari meneriakkan yel-yel “Ganyang China”Dalam demonstrasi ini, para demonstran meletakkan karangan bunga untuk 64 pelaut Vietnam yang meninggal pada 1988, dalam bentrokan dengan pasukan China di Kepulauan Spratly, sebagaimana dikutip dari Aljazeera dan dilansir dari laman okezone.com, Selasa (15/3/2016). Selama protes berlangsung, petugas kepolisian tidak berbuat apapun untuk memberhentikan aksi demo yang berlangsung selama 90 menitProtes ini lebih besar dibandingkan aksi demo tahun lalu. Termasuk ketika Presiden China, Xi Jinping mengunjungi Hanoi pada bulan November 2015.Meskipun peserta unjuk rasa jumlahnya tidak begitu besar namun dianggap signifikan, mengingat pemerintah Vietnam sendiri mengharamkan demonstrasi.Sentimen anti-China yang tumbuh kuat di kalangan masyarakat merupakan isu sensitif bagi Partai berkuasa Partai (Fit)