Matatelinga.com, Partai berkuasa Jepang mendesak Pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe pada Rabu untuk mencari arbitrase internasional atas kegiatan pengeboran Beijing di Laut Cina Timur yang disengketakan. Aksi serupa juga diprotes oleh Filipina.Keterikatan Sino-Jepang telah lama diganggu oleh konflik klaim atas sekelompok orang yang menghuni pulau Laut Cina Timur. Tahun lalu, Jepang meminta China agar menghentikan pembangunan platform eksplorasi minyak dan gas di Laut Cina Timur.Pada saat itu, Tokyo menuding Beijing melakukan pembangunan sepihak. Padahal, perjanjian 2008 menyatakan bahwa mereka telah sepakat untuk bersama-sama menjaga sumber daya di area tersebut.China mengatakan bahwa mereka punya hak untuk melakukan pengeboran di Laut Cina Timur dekat perairan yang disengketakan dengan Jepang, sebagaimana dikutip oleh Reuters dan dilansir dari laman okezone.com, Rabu (16/3/2016).Sebelumnya, Filipina telah mengajukan Cina ke pengadilan arbitrase di Den Haag terkait sengketa Laut Cina Selatan. Menanggapi pengaduan tersebut, China sangat marah dan berjanji tidak akan menanggapi pengaduan tersebut.Resolusi yang dilakukan oleh Partai Demokrat Liberal (LDP) dengan tegas memerintahkan Shinzo Abe supaya meminta Tiongkok melakukan pembicaraan terkait masalah pengeboran. LDP juga mempertimbangkan agar kasus ini dibawa ke pengadilan arbitrase internasional.Yoshiaki Harada, kepala panel LDP tentang pengembangan sumber daya di Laut Cina Timur, mengatakan "Apabila China tidak menuruti perintah tersebut, maka kami akan bertindak"."Semua pihak telah setuju bahwa kita harus membawa masalah tersebut ke pengadilan arbitrase internasional dan mulai menyiapkan langkah tersebut," ujar Harada setelah pertemuan LDP.HIngga saat ini, belum ada dialog bilateral terkait pengembangan sumber daya di Laut Cina Timur dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun Jepang berulang kali menyerukan kepada Cina untuk melanjutkan pembicaraan mengenai Laut Cina Selatan.(Fit)