Matatelinga.com, Dua dari enam korban yang tewas dalam serangan bom bunuh diri di Istanbul, Turki, diketahui warga Amerika Serikat (AS). Otoritas Negeri Paman Sam pun mengutuk serangan yang belum bisa dipastikan siapa di balik pemboman itu.Diketahui sebelumnya, sebuah pusat perbelanjaan yang biasa jadi destinasi wisata turis asing itu, diguncang bom bunuh diri pada Sabtu, 19 Maret 2016 kemarin waktu setempat. Dilaporkan enam orang tewas dan 36 orang lainnya terluka.“AS mengutuk serangan teroris di Istanbul. Dua warga AS berada di antara korban tewas dalam serangan keji itu,” papar juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Ned Price.“Simpati dan doa kami bersama para keluarga korban dan kami mengharapkan kepulihan yang sesegera mungkin bagi para korban luka,” tambahnya, dikutip NBC News dan dilansir dari laman okezone.com, Minggu (20/3/2016).Sementara Kementerian Kesehatan Turki juga mengonfirmasi, bahwa tiga korban tewas lainnya merupakan warga Israel dan satu lainnya berasal dari Iran.Otoritas Turki juga mengatakan 10 warga Israel lainnya masih dalam perawatan intensif, sebagaimana dengan beberapa warga Irlandia, Jerman, Iran, ISlandia dan Uni Emirat Arab.Adapun kemungkinan adanya korban tewas atau luka yang merupakan warga negara Indonesia (WNI), sudah dipastikan pihak Konsulat Jenderal RI (KJRI) Istanbul, bahwa tak ada WNI yang masuk dalam daftar korban tewas maupun luka.(Fit)