Matatelinga.com - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengumumkan bahwa Teheran akan meningkatkan pasukan militernya. Hal ini menyusul langkah Amerika Serikat (AS) yang melarang dua perusahaan Iran karena terlibat dengan program rudal balistik.
Zarif mengatakan bahwa tidak ada batas bagi Teheran untuk melakukan pengembangan rudal. Program ini tidak ada hubungannya dengan senjata nuklir.
“Kami akan menindaklanjuti sanksi AS baru-baru ini terhadap program rudal Iran dengan lebih meningkatkan kekuatan rudal, ujar Zarif, sebagaimana dikutip dari Aljazeera, Minggu (27/3/2016). Seperti dilansir laman Okezone.com
Pada Desember 2015, Presiden Hassan Rouhani telah memerintahkan Menteri Pertahanan Iran Hossein Dehqan untuk mempercepat produksi berbagai jenis rudal untuk meningkatkan pertahanan negara.
Tiga bulan kemudian, Iran melakukan uji Qadr dan Qiam rudal balistik selama latihan militer.
Terkait uji coba rudal balistik Teheran, AS melarang dua perusahaan Iran Shahid Nuri dan Shahid Movahed karena perusahaan tersebut dituduh terlibat langsung dengan program rudal Iran.
Pada Juli 2015, Iran menandatangani kesepakatan nuklir dengan AS. Tapi, perjanjian itu meninggalkan sejumlah perbedaan yang belum terselesaikan, termasuk masalah penggunaan rudal balistik.
Iran mengatakan bahwa program rudal balistik tidak tercakup dalam kesepakatan. Tapi, AS dan negara-negara Barat lainnya tetap mengatakan bahwa tes tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
(Fit)