Matatelinga.com, Pembicaraan rekonsiliasi Suriah di Jenewa, Swiss, telah mencapai sejumlah kemajuan. Hal ini pun dinilai harus tetap dipertahankan."Kami optimis. Pembicaraan perdamaian harus dilakukan secara berkelanjutan. Pengumuman Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura pada 11 April terkait awal pembicaraan damai merupakan sebuah pertanda baik. Hingga saat ini telah ada sejumlah usul dan rumusan terkait proses perdamaian di Suriah," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov.Putaran akhir perundingan antara pemerintah dan pasukan oposisi Suriah dimulai pada 14 Maret 2016 di Jenewa dan berakhir pada Kamis. Dalam pembicaraan itu sejumlah delegasi mengajukan proposal kepada De Mistura. Berdasarkan saran dari sejumlah delegasi, De Mistura akan menyampaikan usulannya dalam pembicaraan damai pada 10 April.Sebagaimana dikutip dari Sputnik dan dilansir dari laman okezone.com, Senin (28/3/2016), poin yang akan disampaikan dalam pembicaraan damai adalah termasuk ketentuan Suriah menjadi negara yang bersatu, berdaulat, demokratis, dan non-sektarian yang berdasarkan pada pluralisme politik, serta bekerja sama dengan negara-negara lain untuk mencegah pendanaan dan aliran senjata kepada kelompok teroris.Ryabkov mengatakan, kehadiran kelompok Kurdi dinilai sangat penting bagi kemajuan pembicaraan perdamaian. Ia menambahkan bahwa pihak oposisi Suriah harus bersikap lebih realistis dalam menghadapi situasi di Suriah.Dalam pembicaraan damai di Jenewa ini, tiga delegasi oposisi turut ambil bagian, yaitu High Negotiation Commitee (HNC) yang dibentuk di Arab Saudi pada Desember 2015, delegasi yang dibentuk dalam pembicaraan di Moskow dan Kairo, serta kelompok yang dibentuk setelah pembicaraan oposisi di Pangkalan Udara Hmeimim di Suriah.(Fit)