Matatelinga.com, Rusia sebagai negara yang paling banyak menyimpan materi bom nuklir, selain Amerika Serikat, menolak hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Keamanan Nuklir di Washington DC pada 31 Maret sampai 1 April 2016.“Ini adalah KTT Nuklir terakhir, tetapi (Presiden Rusia Vladimir) Putin tidak ikut serta. Kita akan sangat kehilangan momentum di saat seharusnya kita malah meningkatkan momentum (keamanan terhadap ancaman nuklir),” tutur Peter Kuznick, profesor sekaligus direktur Institusi Studi Nuklir di Universitas Amerika, Washington DC, sebagaimana dilansir The Guardian dan dikutip dari laman okezone.com, Jumat (1/4/2016).Akibat ketidakhadirannya ini, komitmen Negeri Beruang Merah dalam menjaga keamanan nuklir jadi dipertanyakan. Meski begitu, Rusia membantah penolakannya untuk hadir dalam KTT terakhir Obama tersebut dimaksudkan sebagai aksi boikot. Apalagi ada hubungannya dengan ketegangan antar-kedua negara.Duta Besar Rusia untuk Wina, Vladimir Voronkov, menerangkan bahwa keputusan ini sudah diumumkan sejak KTT Nuklir 2014. Sebab, Rusia melihat inti dari pertemuan ini selalu sama yakni untuk mengingatkan negara-negara bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi nuklirnya, kemudian saling berdana sukarela atau ikut iuran rutin.“Bagi kami, tugas untuk menjaga keamanan nuklir sebagai dorongan politik tingkat tinggi sudah tercapai pada KTT di Hague 2014. Kami sudah bilang tidak akan datang lagi ke KTT selanjutnya saat itu, karena kami berpikir sudah waktunya untuk melanjutkan kerjasama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA),” terang Voronkov, seperti disitat dari Russia Direct.Terkait pemberantasan terorisme, Kremlin juga memastikan sepakat dengan Gedung Putih dan akan terus berkoordinasi dengan baik di masa mendatang. Meskipun keduanya berbeda paham dalam menindak isu nuklir di Iran, India dan Korut.Namun begitu, pernyataan berbeda datang dari Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov. Ia berujar, Rusia terpaksa melewatkan pertemuan di Washington DC karena jadwal kegiatan mereka berbenturan.KTT Nuklir pertama kali dihelat pada 2010, berdasarkan inisiatif dari Presiden Barack Obama. Forum internasional ini terus berlanjut di Seoul, Korea Selatan (Korsel), pada 2012 dan di Hague, Belanda, pada 2014.(Fit)